Ternyata Buah Maja Rasanya Tidak Pahit

Berpose di bawah Pohon Buah Maja

Lagi bongkar-bongkar folder untuk menghapus file foto / video yang tak begitu penting biar gak memenuhi memory laptop. Ee… nemu foto masalalu saat berkunjung ke Candi Penataran Biltar pada tahun 2014.

 

Setelah membeli tiket masuk (waktu itu masih membayar secara suka rela),  tak sengaja melihat dua buah pohon yang berbuah lebat di rest area dekat dengan tempat penjualan tiket. Buahnya hijau sebesar jeruk Bali.
Kata Suamiku… “ya itulah yang dinamakan buah Maja”

Oo… kasihan yha… karena saya baru tahu “penampakannya” buah Maja.

Sekilas ingatanku langsung tertuju pada Gadjah Mada yang terkenal sebagai seorang Maha patih dari kerajaan Majapahit.

 

Berpose di pohon buah Maja

Hm… mungkin rasa buah maja barangkali memang pahit yha….?

Tapi kata suamiku buah Maja rasanya Manis.

Aha….. !!
Sungguh Ironi dan bertentangan sekali dengan persepsi yang sudah terlanjur kuyakini bahwa buah Maja rasanya pahit.

Sayang aku tak bisa membuktikan apakah rasanya benar pahit atau manis karena tidak ada yang jual buah maja di seputar lokasi.

Pohon buah Maja yang ada di pelataran candi Penataran sebetulnya tidak terlalu tinggi, dan terlihat seperti pohon yang sudah tua sekali dari guratan kayunya.

Tetapi buahnya Amat Lebat.

Melihat dari banyaknya buah yang ada di pohon, aku jadi bertanya-tanya, “Apakah memang buahnya sengaja dibiarkan saja untuk menjadi pajangan bagi pengunjung Candi penataran sebagai salah satu pelestarian tanaman langka……? atau memang buahnya pahit….sehingga tidak enak untuk di konsumsi.”

Rasa penasaran itu baru muncul sekarang, ketika aku menulis blog ini.  Dulu tidak terpikir sama sekali, mungkin karena anak-anak masih kecil dan butuh perhatian ekstra sehingga aku dengan cepat melupakannya. Atau karena dulu itu hanya terpikir untuk jeprat jepret saja sebagai koleksi foto selfie.

Pohon Buah Maja

Karena penasaran aku jadi terpaksa Googling. Menurut situs wikipedia.org, Buah Maja (Aegle Marmelos) merupakan suku jeruk-jerukan (Rutaceae). Kulitnya berwarna hijau tetapi isinya berwarna kuning atau jingga. Aromanya harum dan cairannya manis, Buah maja bisa diolah menjadi serbat, selai, sirop atau nektar sedangkan kulitnya buat marmalade.

Jadi makin penasaran nich.
Sebetulnya apa sich khasiat buat Maja…..?

Menurut situs Khasiat.co.id, buah Maja mempunyai beberapa manfaat untuk kesehatan tubuh.

Khasiat Buah Maja antara Lain :

  1. Meredakan Diare (cukup dengan cara meminum airnya)

    Pose di depan buah Maja
  2. Meredakan lambung yang bengkak (dengan cara menyeduh akar buah maja dengan segelas air hangat untuk diminum airnya)
  3. Membantu menyembuhkan luka dan mencegah infeksi (dengan cara menumbuh akar atau daun maja kemudian dibalurkan pada bagian tubuh yang terluka)
  4. Menenangkan jantung berdebar (dengan cara mengkonsumsi air rebusan akar Maja)
  5. Mengobati kulit yang gatal (dengan cara melumatkan daun Maja bersama dengan sirih dan kapur, kemudian mengoleskan pasta campuran dari daru maja, dan kapur sirih tadi pada kulit yang gatal).
  6. Menurunkan demam (dengan cara menyeduh akar Maja dengan segelas air panas dan diminum airnya setelah menjadi dingin).
  7. Mengatasi sembelit  (dengan cara mengkonsumsi buah maja setiap hari)
  8. Melembutkan kulit (buah maja dipercaya mengandung vitamin C yang penting untuk pembentukan kolagen, untuk menjaga elastisitas, dan kesehatan kulit).
  9. Membantu regenari Sel, dan;
  10. Mencerahkan kulit.

Nah… sahabat Ahyu.site, ternyata buah Maja rasanya manis dan  memiliki banyak manfaat. Mudah-mudahan suatu hari nanti kita bisa punya kesempatan untuk merasaka buahnya dan menikmati manfaatnya.

berpose di depan pohon buah Maja di lokasi Candi penataran Blitar

Eh… Sobat Ahyu.site apakah sudah membaca ini :

 

 

, , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.