Mengintip “Lawang Sewu” Semarang at Night

Mumpung sedang di Semarang, kayaknya gak afdol bila tidak menyempatkan diri mengunjungi Gedung Kuno “Lawang Sewu” yang amat beken seantero jagat. Bangunan tua “Lawang Sewu” yang menjadi salah satu yang  icon atau maskot kota semarang.
Gedung yang dibangun tahun 1908  itu dulunya merupakan  bekas kantor jawatan kereta api pada masa penjajahan Belanda dahulu. Lokasinya cukup strategis di pusat kota.

Saya dan teman-teman yang saat itu menginap di Dafam hotel semarang juga penasaran dengan “Lawang Sewu”.  Kebetulan lokasi lawang sewu dekat dengan lokasi hotel tempat kami menginap, sehingga kita cukup berjalan kaki ke lokasi gedung “Lawang Sewu”.

Awalnya ada sebagian teman kami yang tiba-tiba upload foto “mejeng” di depan pintu Gerbang lawang sewu, cuma foto doang Eeee… ternyata ‘Lawang sewu juga menerima kunjungan wisata malam hari.

Akhirnya kami bersama teman-teman yang lain sepakat untuk mengikuti jejak untuk berfoto ria di  “Lawang Sewu” pada hari berikutnya.

Walau selesai tugas kantor sudah maghrib, kita sepakat untuk berkumpul di lobby hotel  selepas isya. Dari hotel dafam semarang kami cukup berjalan kaki menuju lawang sewu sambil berfoto ria sepanjang jalan.

Gedung lawang sewu sebagai saksi sejarah dijadikan obyek wisata dengan jam kunjungan  dibuka mulai pukul 07.00 hingga pukul 21.00 WIB.
Harga tiketnya cukup murah (ini harga saat web ini dibuat)

  • Untuk dewasa = Rp. 10.000
  • Anak-anak      = Rp. 5.000,-
  • Terif Pelajar    = Rp. 5.000,-

Dengan dipandu oleh Bapak Slamet Widodo sebagai Guide, kami mulai menjelajahi bekas bangunan kolonial Belanda tersebut.

Sebelumnya kita berfoto ria di depan Gedung eks kantor jawatan kereta Api tersebut.

Didepan Gedung utama ada bangunan yang ternyata merupakan bangunan sumur. Konon jaman dahulu untuk menaikkan air menggunakan pompa tenaga manusia. Airnya dialirkan melalui pipa menuju pada water torn yang ada pada dua menara di gedung utama. Wuuiiih bayangkan saja, seberapa capeknya untuk memompa air seperti itu, sekarang sudah menggunakan mesin.

Setelah membayar tiket dan memasuki lokasi dengan masing-masing menunjukkan tiket masuk. Dari Loket pintu masuk kita diajak untuk menyaksikan kemegahan WC di jaman kolonial dulu.

Foto di WC kolonial Gedung lawang Sewu

Bangunan WC bagian depan semuanya masih aseli kuno, wastafelnya masih asli marmer jaman kuno. batu bata dan lantainya masih asli.

Urinoir

Gambar di atas adalah gambar urinoir, juga dari marmer, pipa pralonnya masih asli, hanya kran airnya yang sudah ganti, sementara di bagian belakang, wc jongkok dan wc duduknya sudah diganti. Wc ini sekarang masih bisa dipergunakan untuk pengunjung.

Selanjutnya kita diajak untuk berfoto di halaman tengah dengan latar belakang nuansa malam gedung lawang sewu yang tak bisa diragukan lagi merupakan obyek fotography yang amazing.

Ada pohon mangga yang berusia hampir 100 tahun lho.
yuk… baca selanjutnya yha…

 

Link terkait

, , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.