Masakan “Jawa Ndeso” Ala Kopi Mbatik

Suatu hari dalam perjalanan pulang dari acara diluar kantor, seorang teman mengajak mampir untuk merasakan Masakan jawa ala Ndeso di Warung Kopi Mbatik. Warung ini sebetulnya cukup dekat dengan kantor, namun diantara kami semobil baru seorang yang pernah mampir di warung ini karena memang warungnya belum lama di “launching”.

Lokasinya di belakang Gedung MMTC. Kita menuju lokasi warung tersebut melalui jl. Ringroad utara. Dari Ringroad tidak terlalu jauh, kira-kira 100 meter di posisi barat jalan.

Siang itu tampaknya lagi banyak pengunjung, atau mungkin memang sudah di booking karena memang pas jam makan siang.

Warung ini sepertinya memang ingin menghidupkan nuansa Ndeso jaman Baheula yang ingin di tonjolkan sebagai “quick win” warung tersebut di Jaman Now. Sayurnya di tempatkan di kuali-kuali yang mengingatkan kita pada simbah kita dahulu.

Sayur yang tersedia saat itu antara lain sayur lodeh kluwing, trancam, tumis buncis, tumis lompong, sayur asem, tak ketinggalan ada sayur kesukaanku yaitu “jangan Tempe Lombok Ijo”, sambel trasi, sambel bawang, telur dadar cryspi, tempe garit, tmepe bacem, gereh.

Tak hanya itu…
Rak piring ala kuno yang tersedia pun terisi dengan piring seng dan piring keramik. Piring seng nya mengingatkan masa kecil kita yang kala itu kayaknya trend banget dengan piring seng, cangkir seng.

Nasinya ini beda cara masaknya. Ini yang menyebabkan warung kopi mbatik ini “Berbeda” dari warung lainnya. Nasinya di masak ala “Ndeso tenan” dengan menggunakan tungku berbahan bakar kayu bakar, jadi memang rasa nasinya mengingatkan kita dengan masakan “simbah-simbah” kita dulu.

Kita bisa langsung memilih dan mengambil pirik sendiri di rak piring, nasi, sayur maupun lauknya boleh mengambil sendiri sesukanya, banyak sedikitnya sesuai dengan keinginan kita. Namun lauknya dihitung per-satuan.

Yang asyik lagi karena kita bisa “Imbuh” nasi dan sayur sepuasnya tanpa dikenai charge, jadi yach….. anggap saja sedang makan di rumah simbah kita sendiri.

Harganya cukup ringan di kantong.
Nasi hanya dihargai Rp.3.000,- sedangkan sayurnya hanya Rp.5.000,- untuk sayur apapun yang kita makan. jadi walaupun kita nambah nasi dan sayur harganya yha Rp. 8.000,- per porsinya. Kita mau pakai satu jenis sayur atau semua jenis sayur harganya walaupun ngambilnya porsi jumbo harganya yha tetep Rp.8.000,-

Nah… kalau lauknya baru di hitung per satuan. Jadi kalau mengambil lauk pindang goreng 2 biji @ Rp. 2.500,- dan tempe garit 2 biji @Rp.1.000,-. Maka hitungannya adalah  nasi sayur Rp.8.000,- + 2 pindang Rp.5.000 + 2 tempe garit Rp. 2.000, jadi totalnya 1 porsi harus dibayar Rp.15.000,-.

Jadi buat yang kantongnya lagi sedikit kempes nich… harus bijak dalam mengambil lauk. Atau cukup makan naasi dan sayur seouasnya saja.

Selain masakan jawa ada juga menu lainnya yang bisa disajukan panas-panas seperti dalam gambar di atas dengan harga cukup standar.

Juga tersedia aneka minuman yang bisa di pilih selain teh dan jeruk. Pilihan minuman tradisionil yang tersedia ada es dawet ijo yang mengingatkan kita pada es dawet masa kecil dulu dan wedang secang yang hangat memikat.

Selain makanannya yang enak dan ngangeni, nuansa warungnya juga membuat nyaman. Kayaknya nyaman pula buat meeting ataupun prospekting ditemani oleh “setoples Klanting” sebagai “Klethikan“. Klantingnya “ueenak tenan” walaupun “atos (keras)“. Lumayan lah buat obah-obah lambe apalagi “klanting”nya memang disuguhkan secara Gratisss… untuk dinikmati pengunjung.

Buat yang penasaran pingin cobain. Silahkan meluncur di Kopi Mbatik, lokasinya di belakang gedung MMTC jogjakarta.
Warung ini buka mulai pukul 07.00 hingga 23.30 WIB.
Bila ingin reservasi terlebih dahulu bisa menghubungi 0856 289 1740.
Ada pun untuk pemesanan makan bisa menghubungi 0898 5106 801

Selamat mencoba…..!

Jangan lupa  baca ulasan tentang Sego pecel blora

Bila menurut anda informasi pada artikel ini cukup menarik, jangan sungkan-sungkan untuk di share yha.

, , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.